Epilog

626 Kata

Aila memandang hamparan luas sawah hijau di hadapannya. Di tepi tebing, terdapat aliran sungai. Suara air yang mengalir membuatnya lebih tenang. Ia menyandarkan kepalanya pada sisi rumah gubuk yang dibangun di dekat aliran air. Matanya memejam untuk menikmati ketenangan. Dari jarak yang cukup jauh, terdengar teriakan seorang laki-laki dewasa dan anak laki-laki. Tawa riang juga mereka udarakan. Membuat hati Aila semakin tenang dan tentram. “Aila,” panggil sebuah suara. Membuat mata Aila membuka dengan cepat. Ia mengerjapkan matanya berulang untuk mencari tahu sosok yang memanggilnya. “Mas Randi!!” seru Aila. Seruan itu membuat dua laki-laki yang tadi sedang berbagi tawa pun lenyap dan memandang ke arah gubuk itu. Si laki-laki yang lebih dewasa, menuntun anak laki-laki itu untuk segera

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN