Pagi ini Adyatma melangkah gontai menuju taman, tempat dimana ia menemukan Anindya sedang berdiam diri, sambil menyiram tanaman dengan tatapan yang jauh. Gerak-geriknya lembut dan pelan, seolah-olah ia sedang berada di dunia lain. "Hei. Lagi apa? Ngelamun aja." tanya Adyatma, dengan nada yang penuh kekhawatiran. Anindya terkejut, seakan baru sadar dari lamunannya. "Aku... Mas, soal mimpi semalam," ucapnya seraya meletakkan selang air. “Mimpiku itu, entah kenapa, terasa begitu nyata. Aku, kamu, dan Asrani... kita semua terlibat dalam sebuah kecelakaan yang sama." Adyatma merasa nadi di lehernya berdenyut kencang. "Kecelakaan?" gumamnya, matanya memburam sejenak. "Ceritakan lebih lanjut, apa yang kamu lihat di dalam mimpimu itu?" Anindya menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan kata-

