Kediaman Bagaskara tampak damai, seorang gadis begitu lihai menyajikan sarapan untuk anggota keluarga Bagaskara, meski gadis periang Asrani masih berada di rumah sakit. “Hai,” sapa Anindya ramah. Pemuda yang wajahnya mirip Asrani tersenyum kaku, membalas lambaian tangan pujaan hati Adyatma. “Sampai jam berapa semalam?” Anindya mencoba berbaur dan akrab tidak hanya dengan Asrani, tau kedua anak kembar ini butuh rumah yang benar-benar menginginkannya. “Jam 3 subuh mbak, Rani ngerengek jadinya pulang cepat.” “Kalau cepat dari kemarin kali.” Sela Adyatma duduk di kursi miliknya. Anindya geleng kepala. “Udah, abaikan dia. Lagi merajuk adiknya, eh, adik kalian punya pacar.” “Hah!” Abizar kaget dong. “Eh, Abi belum tau.” Anindya melirik Adyatma, pria itu tersenyum meledek. “Cih.” Adyat

