BAB 6

355 Kata
Akhirnya Senja sampai di supermarket yang dituju. Dia mencari barang-barang yang akan dibeli nya. Pada saat sedang melihat makanan ringan, Senja tidak sengaja menyenggol seseorang. "Aduh maaf tidak sengaja" kata Senja sambil menunduk. "Tidak, apa-apa.." Kok, aku ngerasa kenal dengan suara yang aku tabrak ini' batin Senja sambil melihat ke orang yang di tabraknya. Mata Senja terbelalak dan juga membuat gugup pada saat yang dilihat ternyata Pak Ricky. " Ehhm.. maaf bapak saya tidak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf" ujar Senja sambil menundukkan kepalanya. "Sudah tidak apa-apa, gak ada yang terluka juga. Kamu mau mengambil makanan yang mana biar saya yang ambilkan" kata Pak Ricky. "yang itu Pak....", sambil nunjuk ke atas. Ricky mengambilkan apa yang ditunjuk oleh Senja dan memberikannya kepada Senja. "Terimakasih Pak, maaf merepotkan" "Sudah tidak apa-apa, kan sesama manusia harus saling menolong"balas Ricky sambil tersenyum kepada Senja. 'Ternyata muka triplek bisa tersenyum juga, Masya Allah manisnya. Astaghfirullah ngapain sih aku kok mikirnya sampai kesana'gumam Senja. Ricky bingung lihat Senja yang malah melamun dan menggelengkan kepalanya. Sambil mengipas-ngipas telapak tangannya di depan muka Senja"Senja kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Ricky khawatir. "Eh..eh.. gak kok Pak, saya baik-baik saja" Sahut Senja dengan wajah malu. "Ya udah kalau tidak apa-apa, kamu sudah belanjanya? Kalau sudah ayo bareng saya saja ke kasirnya" Ajak Ricky. Senja hanya mengangguk dan mengikuti Ricky dibelakangnya. Setelah selesai membayar di kasir Senja mau pamitan ke Ricky untuk pulang lebih dulu naik taksi. Sebelum Senja mau pamitan Ricky terlebih dulu mengajak Senja untuk pulang bareng. "Tidak usah Pak, saya naik taksi saja. Saya tidak mau merepotkan bapak" kata Senja berusaha menolak ajakan Ricky. Dengan sedikit memaksa Ricky terus membujuk Senja. "Tidak apa-apa, saya tidak merasa direpotkan kok, kamu tenang saja. Saya juga sekarang sudah tidak ada kegiatan apa-apa lagi. Justru saya malah lebih tenang mengantarkan kamu sampai kosan dengan aman daripada naik taksi" "Kalau bapak merasa tidak direpotkan gak apa-apa saya ikut mobil bapak aja" "Ya udah, ayo mobil saya ada di parkiran." Ajak Ricky. Senja menurut mengikuti langkah Ricky di belakangnya tanpa sepatah katapun, yang ada hanya perang batin Senja melihat sikap Ricky yang berbeda banget dengan di kelas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN