Gelap. Aku memeluk lutut. Suara Mama dengan Om yang tak kukenal sangat keras terdengar, mereka tertawa lebar. Kata Mama aku tidak boleh keluar saat ada tamu, harus berada di lemari yang dikunci ini. Sendirian. Jemari kecilku terluka, sakit. Tubuh anak berusia 4 tahun yang penuh luka lebam. Aku takut, kapan Mama akan membuka lemari ini? Tapi, lebih baik jangan dibuka. Pasti Mama akan memukulku lagi nanti. Aku anak nakal dan pantas dipukul, tidak boleh bersuara, tidak boleh mengeluh, nanti Mama marah. Aku mempererat memeluk lutut, berharap ada ibu peri yang menolongku seperti di buku dongeng atau ada pangeran berkuda putih yang membebaskanku dari lemari ini. Suara desahan dan tawa di luar menghilang, suara mereka perlahan memudar. Terdengar pintu ditutup. Tamu Mama pergi setelah sehari

