Ravin tahu apa yang akan diucapkan Okis, selama ini tidak ada orang yang bisa mengendalikan Okis selain Rimay. Mereka sangat dekat bagaikan saudara kandung. Ravin sendiri tidak bisa berbohong kepada Okis, harus jujur supaya Okis paham bahwa mereka harus melepaskan Rimay. Supaya orang yang mereka sayangi itu aman. "Jelasin ke gue, kenapa Kakak ngelakuin itu ke Mbak Rimay?!" Teriak Okis. Matanya begitu merah, emosi, kecewa bercampur sedih. Ravin berjalan menutup pintu, Rimay masih di luar. Berpamitan kepada para pelayan. Isak tangis mereka juga terdengar sampai ruangannya. Setelah pintu ditutup, Ravin berjalan ke jendela. Menerawang jauh di langit. Malam ini tidak ada bintang sama sekali. Suram seperti suasana hatinya. "Rimay tidak pantas menderita bersama kita," jawab Ravin. Tidak me

