"Kamu itu ndak punya apapun, sebelum diusir lebih baik pergi sendiri supaya masih ada harga diri." Perkataan dari Eyang putri seperti jarum yang menusuk ke ulu hati, beginilah menikah dengan orang kaya. Tidak sederajat, sudah pasti dihina. Memang selain organ yang masih lengkap aku tidak memiliki apapun. Kuat tidak kuat, harus kuat. Sampai akhir aku akan bertahan. Memiliki posisi sebagai istri Presiden Direktur Finansial Group memang butuh pengorbanan. Andai Presdir hanya orang biasa mungkin perjalanan cinta kami tidak akan seperti sinetron ikan terbang. Selama ini aku menghindari pertemuan sosialita dan tetap menjalankan aktivatasku sebagai mahasiswi biasa. Tapi, untuk kedepannya pasti sulit. Mau tidak mau, siap tidak siap. Aku harus mendampingi Presdir setiap ada pertemuan atau pes

