Dingin dan rasanya tak nyaman tidur di sofa seperti ini. Aku mempererat selimut, sesekali menoleh ke ranjang. Ada Presdir sedang tidur di sana. Aku juga ingin tidur di sana, di samping Presdir seperti sebelumnya. Tapi sekarang aku takut dicekik pas tidur. Karena tidak tahan akhirnya aku duduk sembari mengembuskan napas berat. Aku merindukan Presdir yang dulu, Presdir yang penuh tatapan kasih sayang untukku. Sepertinya mulai sekarang kenangan tentang kebersamaan bersama Presdir harus dilupakan. Presdir kembali ke awal, orang yang kejam, dingin dan tidak berperasaan. Tidak ada kelembutan dan manja-manja lagi seperti dulu. Ah, rasanya sedih. Seharusnya dari awal aku tidak larut dengan perhatian dan cinta yang tak seharusnya ada. Itu semua semu. Ketika kenyataan telah kembali aku sudah se

