Aku melihat sepatu boots yang tadi diberikan presdir, ukurannya pas dan nyaman dipakai. Aku masih belum mengerti apa maksudnya. Tiba-tiba ia datang lalu memberikan sepatu sembari bilang bahwa kami pacaran. Ini bukan usia untuk bermain-main lagi, sekarang kami adalah orang dewasa. Seharusnya dia mengatakan apapun dengan jelas dan tidak membuat orang bingung. "Apa kamu bakal balikan sama Presdir?" tanya Vio. Aku menoleh, dia sudah selesai membasuh tangan di pancuran. Sekarang kami berjalan pulang ke asrama. "Aku juga nggak tahu," jawabku. Langit berwarna jingga di atas kami, burung terbang kembali ke sarang. Matahari sebentar lagi tenggelam sepenuhnya. Angin berembus menerbangkan helaian hijab kami. "Kayaknya tadi Presdir ngajak kamu balikan?" "Dia nggak ngajak, aku juga nggak ya

