episode 14

1249 Kata
Di kerajaan Sarkuella. Cleo Dayypen duduk di kursi kebesarannya, selama bertahun-tahun ia menikmati kedudukannya menjadi Raja di Sarkuella. Semua apa yang ia inginkan pasti ia dapatkan. Bahkan bibi Cleo juga terlihat sangat bahagia, ya...semenjak paman Cleo meninggal Bibi Cleo tinggal di kerajaan Sarkuella dan meninggalkan kehidupan miskinnya, sikap Bibi Cleo berubah menjadi sangat baik saat Cleo menjadi Raja sarkuella. "Cleo, bibi sangat bangga padamu kau bisa bertahan selama bertahun-tahun menjadi Raja sarkuella,". "Tentu saja Bi, tidak ada yang lebih kuat di wilayah kerajaan sarkuella selain aku," ucap Cleo Dayypen bangga. "Tapi Cleo sayang. Apa kau tidak ingin memiliki seorang Ratu, kau harus menikah agar memiliki penerus kerajaan ini Cleo?" tanya Bibi Cleo. "Bukannya aku tidak ingin menikah Bi, tapi selama bertahun-tahun tidak ada satu pun wanita yang bisa membuat hatiku bergetar aku ingin memiliki Ratu yang sangat cantik," jawab Cleo. "Cleo banyak gadis penduduk sarkuella yang cantik-cantik kau bisa memilih satu di antara mereka," sahut Bibi Cleo. "Baiklah Bibi. Besok aku akan mencari wanita yang bisa menarik hatiku," ucap Cleo. "Ya sudah kalau begitu Bibi pergi ke kamar dulu untuk istirahat di usia bibi yang sudah semakin tua,". Cleo menganggukkan kepalannya. Tidak lama setelah Bibi Cleo kembali ke kamarnya datang seorang prajurit sambil membawa seorang penduduk sarkuella ke hadapan Cleo. "Ada apa ini!" teriak Cleo. "Maaf Yang mulia, penduduk ini tidak mau membayar upeti untuk kerajaan sarkuella," ucap Prajurit itu. "Apa beraninya kau tidak membayar upeti padaku!" Teriak Cleo marah. Penduduk itu lalu bersujud memohon ampun di bawah kaki Cleo Dayypen. "Maaf Yang mulia Raja Cleo, bukannya saya tidak ingin membayar upeti tetapi saya sudah tidak punya apa pun lagi untuk di berikan ke Kerajaan," ucap penduduk itu. "Aku tidak peduli, setiap penduduk sarkuella harus memberikan upeti untuk kerajaan, dan bagi siapa pun yang tidak bisa memberikan upeti harus menerima hukuman," ucap Cleo Dayypen. "Jangan Yang mulia, jangan hukum saya," ucap penduduk itu. Cleo tidak memperdulikan penduduk itu memohon ampun padanya. "Prajurit hukum dia!" perintah Raja Cleo. "Ampun Yang Mulia, saya mohon tolong jangan hukum saya," ucap penduduk itu. Menangis ketakutan sambil memegang kedua kaki Cleo. Cleo lalu dengan kasar menendang penduduk itu. "Prajurit cepat bawa dia dan beri dia hukuman cambuk 50 kali!" perintah Raja Cleo. "Baik Yang mulia," ucap prajurit itu menganggukkan kepalanya. Prajurit itu lalu menyeret paksa tangan penduduk itu, dan membawanya ke tempat penghukuman. Penduduk itu di ikat dan di cambuk sampai 50 kali. Bagi penduduk yang kuat akan bertahan tapi bagi penduduk yang lemah ia akan meninggal. Selama ini Cleo Dayypen menjadi Raja yang kejam ia membuat semua penduduk sarkuella menderita dan tidak ada satu pun dari mereka yang berani melawan, kekuatan Cleo Dayypen semakin lama juga semakin bertambah kuat. Membuat penduduk sarkuella tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintah Raja Cleo Dayypen. ******* Keesokan harinya Reya pergi ke pasar di dekat kerajaan sarkuella bersama Zio dan Delia, mereka membantu ibu Delia yang menjual buahnya di pasar. Reya sangat takjub melihat orang-orang sangat ramai di pasar, sudah lama sekali ia tidak pergi ke pasar terakhir kali ia pergi bersama ayahnya. "Kak Delia, pasarnya ramai sekali," ucap Reya. "Iya Reya, makanya kau harus sering keluar jangan terlalu lama berada di hutan," sahut Delia. Reya, Zio, dan Delia lalu berjalan jalan berkeliling pasar, cukup lama mereka berkeliling menikmati berbagai macam makanan jajanan pasar tradisional. "Minggir semua Raja Cleo mau lewat!" tiba -tiba teriak salah satu prajurit. Menghalau semua penduduk Sarkuella termasuk Reya , Zio, dan Delia, mereka lalu berdiri menepi di pinggir jalan. Tidak lama kemudian kereta kuda Cleo melewati jalan itu, pandangan Cleo dan Reya saling bertemu. Reya dan Cleo saling menatap satu sama lain. "Pria ini, pria ini yang sudah melenyapkan semua keluargaku, rasanya ingin aku membunuhnya sekarang juga," guman hati Reya terus menatap tajam Cleo. "Siapa gadis ini, Dia sangat cantik sekali belum pernah aku melihat gadis secantik dia di seluruh wilayah kerajaan sarkuella," guman hati Cleo. Tiba-tiba hatinya bergetar saat melihat wajah cantik Reya. Cleo tidak mengingat wajah Reya yang kini sudah tumbuh menjadi dewasa, selama ini Cleo mengira Reya benar-benar sudah hilang di hutan dan tidak di temukan saat ia masih kecil, karena pada saat kejadian p*********n itu Cleo tidak melihat Reya sebab ia bersembunyi di dalam lemari. Cukup lama Reya dan Cleo saling menatap sampai kereta kuda Cleo berlalu. Setelah kereta kuda itu tidak terlihat lagi, Zio mengajak Reya untuk kembali pulang ke hutan tetapi Zio salah menarik tangan, bukan tangan Reya tapi melainkan tangan Delia. Delia memegang jantungnya yang berdegup kencang, Delia merasa sangat senang saat Zio menggenggam tangannya karena sebenarnya Delia sudah lama menyukai Zio tetapi ia malu untuk mengungkapkannya. Sementara Reya masih terus berdiri di pinggir jalan sambil menatap kepergian Cleo dengan kereta kudanya. "Ayah, Ibu, aku berjanji akan membalas kematian kalian," guman hati Reya sambil mengepalkan tangannya. Setelah cukup lama Zio baru menoleh ke belakang dan tersadar kalau tangan yang ia genggam adalah tangan Delia bukan tangan Reya lalu dengan cepat ia melepaskan tangan Delia. "Delia, di mana Reya?" tanya Zio. "Tidak tahu, aku pikir dia berjalan di belakang kita tadi," jawab Delia. "Ya sudah kau tunggu dulu disini sebentar, aku cari Reya dulu," ucap Zio. Zio lalu meninggalkan Delia dan mencari Reya di jalan dimana mereka berhenti tadi. Sementara itu Delia tersenyum bahagia sambil memegang tangannya. "Apa mungkin Zio memiliki perasaan yang sama denganku," guman hati Delia. Tidak lama kemudian akhirnya Zio berhasil menemukan Reya. "Reya, kau masih di sini?" tanya Zio. "Iya, ada apa kak Zio?" tanya Reya balik. "Tidak ada apa-apa. Ayo kita pulang, hari sudah sore nanti guru Michel mengkhawatirkanmu," jawab Zio. Reya menganggukkan kepalanya lalu berjalan mengikuti langkah Zio menuju di mana tempat Delia menunggu. "Reya, kau dari mana saja?" tanya Delia begitu Reya tiba. "Maaf kak, tadi aku sedikit tersesat," jawab Reya. "Ya sudah. Ayo kita pulang!". Delia, Reya, dan Zio pulang bersama kembali ke hutan. Malam hari Delia, Reya, Zio, sampai di Rumah guru Michel, mereka lalu berpisah dan kembali ke rumah mereka masing-masing. *** Sedangkan di sisi lain Cleo Dayypen berusaha untuk memejamkan matanya ia tidak bisa tidur karena selalu terbayang wajah cantik Reya yang berhasil menarik hatinya, semenjak pulang dari pasar Cleo Dayypen selalu memikirkan Reya. "Siapa gadis itu sebenarnya, kenapa aku tidak pernah melihat dia sebelumnya," guman hati Cleo. "Aku harus bisa mendapatkan gadis itu," guman Cleo. Cleo bertekad akan mencari gadis itu dimanapun dia berada dan ia harus bisa memilikinya. "Cleo..Cleo kau sudah tidur!" teriak Bibi Cleo dari luar. Cleo Dayypen yang mendengar suara bibinya memanggilnya lalu ia segera keluar dari kamar untuk menemuinya. "Iya, ada apa Bi?" tanya Cleo. "Begini bibi ingin memberitahumu besok pagi bibi akan kembali ke desa kita yang dulu untuk melihatnya keadaan rumah di sana, jika nanti di sana bibi menemukan seorang gadis bibi akan membawanya untukmu," ucap Bibi Cleo. "Itu tidak perlu Bi, karena aku sudah menemukan gadis yang aku inginkan," ucap Cleo. "Siapa. Siapa gadis itu Cleo? bibi ingin bertemu dengannya?". "Dia tidak ada di sini Bi, tadi siang aku bertemunya di pasar di dekat kerajaan saat aku berjalan-jalan,". "Apa gadis itu sangat cantik Cleo?". "Tentu saja Bi, aku masih mengingat wajahnya saat dia menatapku dengan tatapan berbeda membuat hatiku bergetar, aku berjanji akan membawanya ke sini Bi,". "Baiklah bawa dia dan jadikan ia Ratu sarkuella agar kau memiliki penerus,". "Iya Bi, aku akan menemukan gadis itu. Besok pagi aku akan memerintahkan seluruh prajurit kerajaan sarkuella untuk mencari gadis itu," ucap Cleo. "Ya sudah bibi kembali ke kamar dulu, kau istirahatlah,". Cleo menganggukkan kepalanya lalu masuk kembali ke dalam kamarnya, kali ini Cleo berusaha mencoba untuk menutup matanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN