Lavender yang sedang duduk sekaligus bersandar pada kepala ranjang langsung menoleh ketika mendengar suara pintu kamarnya terbuka secara tiba-tiba. “Ev?” tebaknya langsung. Menurutnya tidak mungkin Daisy yang mendatangi kamarnya, mengingat sepupunya tersebut tadi mengatakan sudah sangat mengantuk dan akan langsung tidur setelah membantunya mengganti pakaian. “Hm,” Evrard membenarkan melalui gumaman sambil menutup kembali pintu kamar Lavender. Setelah melepas mantel yang dipakainya, Evrard membuka lemari pakaian dan mengambil piama. Selanjutnya ia membawanya ke kamar mandi di dalam kamar untuk berganti pakaian. Lavender hanya menanggapi gumaman Evrard dengan anggukan pelan setelah mengetahui bahwa sang suami yang memasuki kamarnya. Beberapa menit berlalu, Evrard keluar dari kamar mandi

