"Ya kau bener, dia memang wanita yang ceria, penuh percaya diri serta memiliki insting yang sangat kuat." Baskara mengingat kembali bagaimana dirinya ketahuan berbohong dan dipaksa untuk meminum semua obat serta vitamin miliknya. "Insting yang kuat?" tanya Raka dengan mengernyitkan dahinya. "Iya…" Baskara menoleh ke arah Raka dan menganggukkan kepalanya. Sementara Raka yang mendengarnya hanya tertawa kecil. "Memang terdengar aneh tapi nanti kau juga akan mengetahuinya sendiri," tambah Baskara. "Baiklah nanti akan kubuktikan sendiri ucapanmu itu Kak tapi bolehkah aku bertanya sesuatu?" Entah kenapa pertanyaan Raka barusan mengubah atmosfer seketika berubah menjadi terdengar serius. "Memang apa yang ingin kau tanyakan, hah?" "Aku hanya ingin tahu kenapa kau melakukan hal konyol sep

