Adi PoV Andai ada yang bisa membelah dadaku, niscaya yang ia lihat hanya kebencian yang bersemayam di dalam hatiku. Dendam itu menjalar dengan masifnya. Menciptakaan angkara setiap kali aku mengingat kejadian malam itu. Jika di hitung porsinya, kebencian dan cinta itu berimbang, yang membuatku semakin tidak tahu harus bagaimana. Ayu aku merindukanmu. Terimakasih atas malam indah yang kemarin kau berikan untukku Demi apapun, aku masih ingat untaian kalimat pesan menjijikan tersebut. Masih terekam dengan jelas sampai kepada titik komanya. Pada hari itu Ayu telah sempurna menanam angkara di relung hariku. Angkara yang sulit sekali kupadamkan hingga saat ini. Desau angin menyapa kulit wajahku saat kaki ini bertumpu pada teras loby rumah sakit. Kakiku berjalanberjalan menciptakan suara dec

