Ayu PoV Hari ini hujan, kuharap deras airnya dapat menghanyutkan kenangan. Aku benar-benar muak dengan keramaian di rumah kanan kiriku, mereka tertawa, terbahak, bercengkrama. Sesekali mereka melemparkan senyumnya ke arahku ketika melihatku di depan teras rumah. Setan di sebelah kiriku menghembuskan kebencian, menyebutkan bahwa itu adalah ejekan. Ejekan untuk aku yang hidup dalam senyap dan dak berwarna. Makhluk bertanduk itu memang senang membuat siapa saja berburuk sangka, andai sang pemilik daksa tak segera berlindung pada yang kuasa.Benar memang, rasa sedih adalah salah satu jalan pintu masuknya para jin. Berbalut rasa kecewa, kuperban lukanya dengan tetap menjalankan aktifitas seperti biasa. Membiasakan diri melakukan apa-apa sendiri. Berbeda dengan saat kemarin, semua datang menolo

