Author PoV. Nisa menatap kosong pada sosok yang sedang terbaring lemah di atas ranjang pasien. Tangan berbalut plester yang disambungkan pada selang infus menjadi pemandangan yang memilukan baginya. Belum lagi alat-alat medis lainnya yang tak kalah bertengger gagah di bagian-bagian tubuhnya. Kecelakaan yang dialami Adi cukup serius. Terdapat benturan pada bagian kepalanya, hal itu yang membuat Adi belum sadarkan diri sampai saat ini. Bahkan dokter mengucapkan hanya keajaiban yang bisa membantu Adi saat ini. 24 jam pasca oprasi. Setelah suaminya dipindahkan dari ruangan tindakan. Nisa masih setia menemani Adi tanpa bergeser sedikitpun. Apakah Nisa mulai merasa bersalah? Entahlah. Namun, Justru pikirannya saat ini sedang bercabang. Antara menunggu Adi sadar dan dia harus tetap menjadi peju

