Bab. 40 Kepergian Sari

1012 Kata

"Maaf." Hanya satu kata yang terucap dari bibir Tuan Adam sambil menatap Sovia ketika mereka sarapan pagi. "Iya, itu sudah biasa bukan?" sahut Sovia seolah menyindir suaminya, tanpa membalas tatapan lelaki itu. Tuan Adam hanya menatap Sovia dengan tajam ketika mendengar hal itu dan selanjutnya suasana tampak hening. Berkalut dengan pikiran masing-masing. "Kamu mau ke mana?" tanya Tuan Adam ketika melihat istrinya sudah rapi sepagi ini. "Ke rumah Yusuf," jawab Sovia singkat. Tuan Adam seketika menyudahi sarapannya. Lelaki itu terlihat mulai gusar mendengar Sovia ingin ke rumah Sari. Ia harus mencari cara agar istrinya tidak pergi ke sana. Dirinya takut Sovia akan bertemu dengan Kang Asep. Bisa kacau semua rencananya nanti. "Baru kemarin kamu ketemu Yusuf, apa tidak bisa lain hari saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN