Bab. 35 Mirip

1158 Kata

Mentari mulai terlihat dari balik awan. Sinarnya membias tetes-tetes air hujan yang masih tersisa di setiap kelopak bunga dan helaian dedaunan. Tanah masih tampak basah dengan beberapa genangan. Sari terlihat berdiri di depan rumahnya dengan resah. Sambil terus menatap ke ujung jalan. Hatinya gelisah dan khawatir karena semalaman Yusuf dan Bayu tidak pulang. Ia takut terjadi apa-apa dengan dua lelaki terpenting dalam hidupnya itu. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Sari memutuskan masuk ke rumah untuk mengambil ponselnya yang sedang dicharger. Semoga ada pesan dan panggilan telepon dari Bayu atau Sovia. Baru saja kakinya melangkah sampai di depan pintu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh bunyi klakson. Seketika wanita itu pun menoleh. Tin …! Tin …! Senyum Sari langsung mengembang ketika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN