BAB 12

1263 Kata

Alejandro menatap tubuh perempuan yang terbaring memunggunginya, seakan siluet itu adalah karya seni yang hidup. Kulitnya putih bersinar, halus seperti marmer yang dipahat tangan dewa. Pinggang ramping itu melengkung indah, mengalir menuju kaki jenjang yang masih tersisa bayangan gairah. Alejandro nyaris tak percaya—ia, seorang pengawal yang seharusnya hanya berdiri di pinggir panggung kehidupan, kini justru berada di pusatnya, berbagi ranjang dengan Natalia, sosok perempuan yang selama ini hanya bisa ia kagumi dari kejauhan. Semua ini bukan mimpi, melainkan buah dari perjanjian yang ganjil, perjanjian yang Natalia, yang selama ini ia rasanya lebih mirip kutukan daripada anugerah.pandang sebagai lambang keanggunan, justru menyingkap sisi lain yang tak pernah ia bayangkan. Ia mengira pere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN