BAB 10

1283 Kata

Victor menatap kedua asistennya dalam hening yang menekan. Di meja kerja, lembar-lembar laporan dan grafik polling berserakan, memamerkan angka-angka yang sulit dibantah. Selama dua minggu terakhir, posisinya merosot tajam hingga terlempar ke peringkat kedua, dan jarak dengan pesaingnya semakin melebar. Setiap data baru yang dipaparkan hanya menambah sesak di dadanya, seakan menegaskan kegagalan yang tak mampu ia cegah. Raut wajah Victor kian muram, matanya mengeras menatap angka-angka yang dingin dan tak berperasaan. Ia tahu, ini bukan sekadar penurunan sementara, melainkan sinyal bahwa kepercayaan publik mulai berpaling. Tekanan politik di luar dan gejolak rumah tangga di dalam membuat pikirannya berputar kacau. Untuk sesaat, ia hanya bisa terdiam, menimbang apakah dirinya masih sanggup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN