Di perjalan pulang Arman dan Arana senang, rencana mereka hampir berhasil. Katakanlah mereka egois, ingin menyingkirkan Difa dari hidup Arkaan. Tapi mereka tidak punya pilihan lagi, agar Difa tidak bisa mengganggu kehidupan Arkaan dan Almeera lagi. Kalau menunggu membongkar kedok Difa akan sangat lama, kalau sekarang Arkaan langsung menceraikan Difa kan lebih bagus. "Pa tadi kok ngomelin Mama di depan Arkaan dan Almeera sih?" tanya Arana. "Papa nggak mau, Almeera dan Arlaan berpadangan buruk sama kita. Karena kita malah memperkeruh suami, bukannya tugas orangtua itu memberi solusi yang terbaik untuk anaknya," jelas Armaan. "Iya sih, Pa." "Bagus strategi Papa?" "Bagus banget, semoga aja Difa tidak mau pulang dan Arkaan menceraikannya." Arman bukan plin-plan, dia hanya mau terlihat be

