Sesampainya Devan di ruangannya kembali, ia mengecek ponselnya yang ia tinggalkan saat bersama Riko pergi ke gudang. Saat membuka ponselnya ternyata terdapat dua belas panggilan tak terjawab dari anak buahnya. Dan juga terdapat satu pesan belum terbaca. Devan membukanya. “Boss, apakah bisa kesini? Kita sudah mendapatkan buktinya, orang ini sudah mau membuka mulutnya.” Isi pesan “Baiklah, saya akan ke markas sekarang.” Balas Devan. Dengan segera Devan bersiap dan hendak pergi ke markas anak buahnya. “DEVAAAANNN…” Teriak Riko saat Devan sedang berjalan cepat menuju tempat parkir. Devan pun menoleh ke sumber suara. “Ada apa? Gue buru-buru.” “Lo mau kemana?” Riko berlari menghampiri Devan. “Gue mau ke markas anak buah gue. Katanya dia sudah mendapatkan bukti.” “Gue boleh ikut?” “Ya u

