Empat Puluh Tujuh I I Author Pov

1385 Kata

Radista menuruni tangga dengan hati-hati lantaran tidak ingin hal yang buruk terjadi pada baby nya, Mama Liana yang sudah duduk melihat menantunya langsung tergerak untuk membantu. “Makasih, Ma. Tapi Ra bisa sendiri kok” ucap dia, Mama Liana menggeleng, tidak setuju dengan ucapan menantunya “Umur segini masih rawan, Ra” peringat Mama Liana tanpa bosan agar menantunya tidak menyepelekan umur kehamilan yang masih muda. Keduanya duduk di ruang makan, bibi sudah menyiapkan makanan di meja, empat sehat lima sempurna, itupun request dari Mama Liana karena ingin menantu dan calon cucunya mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. “Ken belum pulang, Ra?” tanya Mama Liana yang mendapat gelengan kepala dari Radista “Tadi dia bilang masih sibuk, Ma. Nggak tau deh pulangnya kapan” jawab cewek itu lagi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN