EPISODE SEMBILAN BELAS

1534 Kata
"Apa aku sudah berada di akhirat?" Batin Yuni saat kesadarannya mulai kembali.  Yuni pun tau kalau dirinya masih hidup setelah melihat pria yang tadi berlari ke arahnya sekarang sudah berada di samping nya dalam keadaan basah kuyup. Meskipun begitu tidak mengurangi kadar ketampanan pria yang sudah menyelamatkan nyawa nya.  "Balaslah orang yang sudah menyakiti mu, bukan memilih menyerah pada semua yang sudah kamu perjuangkan selama ini." Ujar penyelamat nya dengan sedikit ketus. Pria itu langsung mengambil jaket yang tadi sudah dilepaskan sebelum menceburkan diri ke laut dan memakainya pada Yuni yang terlihat kedinginan.  Yuni pun memandang lekat pria yang sudah menyelamatkan nyawa nya, tanpa disadari pipi Yuni memerah dan jantung Yuni berdegup kencang. Pria yang saat ini sedang mengibaskan rambut untuk mengeringkannya itu terlihat seperti iklan tv karena sangat tampan. "Bukankah ada banyak cara dan tempat lain untuk bunuh diri? Menjatuhkan diri ke jurang atau gantung diri lebih mudah untuk mati. Mengapa harus saat ini dan disini? Membuat susah orang lain saja." Ujar Pria yang sudah menyelamatkan nyawa nya dengan ketus. "Jika memang membuat kamu susah mengapa menolong saya? Bukankah kamu bisa mengabaikan saya?" Tanya Yuni balik pada pria asing yang sudah menyelamatkan nyawa nya hidupnya.  "Bagaimana mungkin saya bisa mengabaikan kamu yang masih muda dan sehat namun hendak mengakhiri hidupnya. Apakah kamu tau berapa banyak orang diluar sana yang sangat ingin hidup meskipun diberikan cobaan seperti penyakit mematikan. Setiap orang pasti punya masalah namun tidak banyak orang pengecut seperti mu yang memilih mengakhiri hidupnya." Jawab pria tampan itu dengan kesal. "Iya aku tau, aku tau itu. Semua orang pasti punya masalah dan sangat kecil kemungkinan orang-orang diluar sana memiliki masalah yang seperti kualami. Aku juga tau, tidak semua orang pengecut seperti ku yang memilih mengakhiri hidupnya namun kecil kemungkinan orang-orang diluar sana yang memiliki masalah seperti yang kualami akan tetap hidup sampai saat ini. Kamu tidak tau apa yang sudah kualami di hidup ku. Kamu hanya orang asing yang kebetulan sudah menyelamatkan hidupku jadi jangan bersikap seperti kamu tau segalanya.  Aku sudah bertahan dari semua masalah yang selama ini menghampiri ku dengan harapan bahwa suatu saat masalah itu akan berakhir namun kenyataannya tidak. Masalah itu terus datang, datang dan datang lagi tanpa henti. Aku juga ingin hidup lebih lama lagi tapi masalah ini tidak sanggup kuhadapi. Aku terlalu lelah dengan masalah yang datang silih berganti." Ujar Yuni frustasi dan tak lama langsung menangis. Daniel yang bingung saat melihat Yuni menangis pun tak tau harus berbuat apa. Daniel langsung memeluknya dan menepuk pelan pundaknya. "Apakah kamu tidak apa-apa? Maaf jika aku sudah berbicara kasar tentang hidupmu. Berhentilah menangis."  Ujar Daniel lembut. Entah mengapa berada di pelukan pria yang baru saja dikenalnya itu membuat nya merasa nyaman, Yuni pun menghentikan tangisnya dan Daniel pun melepaskan pelukannya. Suasana canggung menyelimuti Daniel dan Yuni setelah kejadian itu. Untung saja dering handphone Daniel memecahkan kecanggungan diantara mereka. Daniel pun berdiri dan mengangkat panggilan dari Tae Sung yang sedang kebingungan mencari Daniel di sekitar Supermarket. Daniel pun menyuruh Tae Sung datang ke kedai tempat Yuni dan Daniel sudah berada sekarang. Tae Sung pun langsung berlari munuju ke kedai. Setelah memasuki kedai, matanya melihat ke seluruh area kedai dan menemukan Daniel yang sedang duduk di pojok. Tae Sung langsung menghampiri Daniel. "Hei kemana aja kau? Aku nyari udah kayak orang gila tau gak. Jika ingin pergi, ya bilanglah kunyuk, jangan menghilang gitu aja. Kalau sampai ada apa-apa samamu bisa dimutilasi aku sama keluarga mu dan potongan tubuhku akan hilang dari muka bumi." Ujar Tae Sung kesal pada Daniel tanpa menyadari kehadiran Yuni disamping nya. Suara tawa Yuni menyadarkannya dan langsung membuatnya menunduk malu. "Duduklah, makanya lain kali lihat dulu di sekitar sebelum ngomong gak jelas." Ujar Daniel  Tae Sung duduk di sebelah Daniel. Daniel pun menceritakan semua kejadian tadi pada Tae Sung kecuali kejadian pelukan mereka. "Aku Kang Daniel dan..." Ujar Daniel lalu dipotong oleh Tae Sung. "Aku Lee Tae Sung." Ujar Tae Sung memperkenalkan dirinya. "Ahh Kang Daniel dan Lee Tae Sung? Aku Yuni."  Ujar Yuni memperkenalkan dirinya juga. "Apa kamu gak tau kami siapa?" Tanya Tae Sung. "Kenapa? Apa aku harus tau siapa kalian?" Tanya balik Yuni. "Bukan gitu, hanya saja gak banyak orang yang gak kenal kami. Apa mungkin kamu bukan orang Korea?" Tanya Tae Sung. "Ahhh berarti aku termasuk salah satu orang yang gak kenal kalian. Memangnya kalian siapa ? Iyaa aku memang bukan orang Korea, aku orang Indonesia. Aku ke Korea untuk bekerja." Ujar Yuni. "Hmmm bukan siapa-siapa. Apa masalah mu terkait dengan pekerjaanmu?" Tanya Daniel. Daniel pun bertanya pada Yuni tentang masalahnya yang membuatnya ingin bunuh diri. "Bukan apa-apa." Jawab Yuni yang enggan membagikan masalah pada pria yang telah menyelamatkan nyawanya. "Terima kasih sudah menyelamatkanku." Ujar Yuni "Jangan berterima kasih jika ingin mengulangi perbuatan bodoh tadi." Ujar Daniel pada Yuni sedikit ketus. "Kamu tenang saja, aku gak akan pernah ngulangin perbuatan bodoh tadi". Balas Yuni ketus juga. "Baguslah kalau gitu. Sebagai jaminan kalau kau gak akan ngulangin hal bodoh tadi, cerita kan masalahmu agar aku tau seberapa berat itu." Ujar Daniel lembut. "Iyaa, benar. Cerita lah mana tau saja kami bisa membantumu." Tambah Tae Sung. Yuni pun sedikit bingung harus menceritakannya atau tidak. Entah kenapa, Yuni merasa nyaman dengan kedua pria yang baru saja dikenalnya itu. Karena berpikir mungkin mereka tidak akan pernah bertemu lagi, Yuni pun akhirnya menceritakan masalah yang terjadi padanya di RS Kang Han tempatnya mengabdikan diri 6 bulan terakhir. Daniel dan Tae Sung pun terkejut dengan cerita Yuni dan mengatakan akan membantu Yuni memecahkan masalahnya. Yuni tertawa mendengar perkataan Daniel tanpa tau kalau Daniel benar-benar akan menolongnya. "Kenapa tertawa? Apa kau gak percaya kalau aku akan menolong mu?" Tanya Daniel kesal seolah Yuni tak percaya kalau Daniel benar-benar bisa menolong nya. "Bukan begitu. Aku udah berterima kasih karena udah nyelamatin aku masa aku mau nyusahin kamu lagi. Sudahlah aku akan mengurus masalahku, jika harus kembali ke negara ku ya aku akan kembali. Aku hanya berharap agar tidak masuk penjara." Ujar Yuni sambil tersenyum. "Bagaimana mungkin kamu bisa tersenyum saat mengatakannya? Bukankah itu tidak adil? Bagaimana dengan izin praktek mu?" Ujar Tae Sung. "Hmmm hidup memang selalu tidak adil padaku. Aku sudah terbiasa dengan ketidakadilan dalam hidupku. Jika izin praktek ku dicabut mungkin aku harus pulang dan mencari kegiatan lain disana. Aku hanya berharap agar tidak masuk penjara saja.." Ujar Yuni. "Bagaimana mungkin kamu bisa menyerah gitu aja Yun? Kenapa gak kasih tau orang lain kalau bukan kamu yang melakukan nya?" Tanya Tae Sung frustasi. "Walaupun aku sudah menggunakan nya, tidak akan ada yang percaya padaku. Bukan hanya Kepala Departemen Woo tapi dia juga adalah putri tunggal Menteri Kesehatan. Mana mungkin orang akan berpihak kepada ku yang hanya orang biasa." Ujar Yuni pilu. "Putri Menteri Kesehatan? Kim Tae Ri ya Yun?" Tanya Tae Sung memastikan. "Iyaaa bagaimana kamu bisa tau?" Tanya balik Yuni. "Dia fans Daniel. Jangan khawatir Yun, Daniel pasti akan membantu mu." Ujar Tae Sung tersenyum. "Benarkah? Bagaimana mungkin Dr. Kim fans Daniel? Gimana caranya Daniel membantuku?" Tanya Yuni penasaran. "Kenapa? Kamu gak percaya padaku? Lihat aja besok Yun." Ujar Daniel kesal. Yuni pun tertawa melihat Daniel yang gampang merajuk seperti anak kecil.  Tak lama setelah itupun makanan datang. Yuni, Daniel dan Tae Sung pun menyantap makanan yang ada di depan mereka. Daniel dan Tae Sung terkejut dengan kecepatan makan Yuni yang luar biasa cepat. "Kenapa? Apa ini pertama kalinya melihat orang makan?" Tanya Yuni pada Daniel dan Tae Sung yang sedari tadi hanya melihat Yuni saja. "Hmmm. Ini pertama kalinya aku melihat wanita makan selahap itu." Ujar Tae Sung sambil tersenyum. "Makanlah pelan-pelan. Gak akan ada yang mencuri makanan mu." Ujar Daniel. "Ahhh ini karena aku belum makan seharian, cuma makan ramyeon aja tadi. Kalian pun makanlah sebelum aku menghabiskan semuanya." Ujar Yuni sambil tercengir. Yuni, Daniel dan Tae Sung pun melanjutkan makan mereka. Setelah selesai makan mereka pun mengobrol banyak hal seperti hobi, makanan kesukaan, negara masing-masing dan banyak hal lainnya. "Wahh ternyata kita banyak kesamaan ya. Gimana kalau kau gabung sama kami. Kita bisa nongkrong bareng, makan bareng kayak gini." Ujar Tae Sung. "Makasih atas tawaran nya tapi aku menolak. Apa kamu mengejekku? Kenapa mengajak orang yang akan dipenjara?." Ujar Yuni kesal. "Apa? Kamu gak mau Yun? Apa kamu gak tau Yun banyak kali orang yang mau gabung sama kami tapi kami aja yang gak ngizinin mereka gabung. Kalau kamu gak pulang ke Indonesia atau gak masuk penjara kamu harus gabung sama kami ya Yun." Ujar Tae Sung memaksa. "Wahh, ini pemaksaan yang sangat jelas ya Tae Sung." Balas Yuni sambil tertawa. "Kenapa? Jadi kamu gak mau?" Tanya Daniel memastikan. "Mau, mau kalau aku masih tetap disini. Lagian selama aku disini, aku belum pernah punya temen." Balas Yuni sambil tersenyum manis. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Daniel, Tae Sung dan Yuni pun bersiap pergi. Sesampainya di kasir, saat Daniel hendak mengeluarkan dompetnya, Yuni menghalanginya. "Aku yang akan membayarnya. Sebagai bentuk terima kasihku karena sudah menyelamatkan ku dan mendengar kan masalahku serta menjadi temanku walaupun hanya sebentar. " Ujar Yuni sambil tersenyum sambil mengeluarkan uang senilai dengan total bill mereka. Daniel pun tersenyum karena ini adalah pertama kalinya ada orang yang mentraktir nya. Selama ini orang lain mendekatinya dengan tujuan tertentu berbeda dengan Yuni. Tak lama Yuni pun pamit pergi. "Kami akan mengantarkan mu pulang Yun." Ujar Tae Sung. "Tidak apa-apa, aku naik bus saja. Terima kasih atas semuanya. Kalau gitu aku permisi." Ujar Yuni pada Tae Sung dan Daniel sambil tersenyum manis.  Setelah itu Yuni pun berlari setelah melihat bus yang tak jauh darinya. Sebelum benar-benar pergi, sambil berlari Yuni melihat kebelakang lalu tersenyum dan melambai kepada Daniel dan Tae Sung. Daniel dan Tae Sung pun membalas lambaian tangan Yuni disertai dengan senyuman menawan kedua lelaki yang akan menjadi sahabat terbaiknya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN