EPISODE TUJUH BELAS

1219 Kata
Mobil Mercedes Benz terparkir dengan sempurna di sebuah kedai yang menyimpan banyak kenangan indah di hidup Yuni. Saat memasuki kedai, sang pemilik pun menyambut Daniel dan Yuni yang sudah lama tidak dilihatnya. "Wahh sudah lama sekali kalian tidak datang kesini." Ujar wanita paruh baya, pemilik kedai tersebut. "Iyaa Bu, selama ini agak sibuk jadi gak sempat datang." Jawab Yuni sambil tersenyum ramah. "Duduklah. Ibu akan membuat makanan kesukaan Yuni. Ibu akan ngasih lebih karena sudah lama sekali kalian tidak datang." Ujar Ibu tersenyum lalu pergi sambil menyiapkan makanan kesukaan Yuni. "Terima kasih banyak Bu" Balas Yuni agak kuat sambil tersenyum sumringah. Saat ini Daniel menatap lekat ke arah Yuni yang sedang duduk di depannya. Yuni yang menyadari tatapan Daniel membuat nya semakin salah tingkah. Daniel yang melihat Yuni salah tingkah hanya karena tatapan nya tertawa geli. Daniel pun melihat sekeliling kedai yang menyimpan banyak kenangan indah mereka bersama dulu. Setelah selesai makan malam bersama, Yuni, Daniel, Ji Min dan Young Jin pun berjalan-jalan di pantai Eurwangni, tak jauh dari kedai tempat mereka makan tadi. Ji Min yang melihat wajah bahagia Yuni sedang berjalan beriringan dengan Daniel di belakang segera mengajak Young Jin untuk pergi dan meninggalkan mereka berdua. "Ayo Sekretaris Kim kita kesana. Seperti nya makanan itu enak." Ujar Ji Min sambil menarik lengan Young Jin pergi. Young Jin yang bingung dengan maksud Ji Min pun segera melepaskan tangan Ji Min darinya. "Maaf Dr. Seo, saya harus tetap bersama dengan Dirut Kang. Bukankah kita baru selesai makan?" Balas Young Jin pada Ji Min tak mengerti maksud Ji Min. "Iya kita memang baru selesai makan tapi saya masih lapar Sekretaris Kim. Apa kamu tega membiarkan seorang wanita makan sendirian malam-malam begini?" Ujar Ji Min yang mulai kesal karena Young Jin yang tak mengerti maksudnya. "Apakah perut anda terbuat dari karet Dr. Seo? Bagaimana mungkin anda tidak kenyang setelah makan begitu banyak daging tadi? Dan juga tidak apa-apa jika Dr. Seo pergi kesana sendiri, jarak nya hanya beberapa meter dari sini. Saya akan mengawasi nya dari sini." Balas Young Jin lagi. "Iya perut saya terbuat dari karet Sekretaris Kim jadi kamu harus menemani ku makan sampai kenyang disana." Balas Ji Min memaksa. "Mengapa saya harus melakukan nya Dr. Seo?" Tanya Young Jin yang tidak mengerti dengan kode Ji Min untuk meninggalkan Yuni dan Daniel sendiri. "Ahh sudahlah jangan terlalu banyak bicara Sekretaris Kim. Ikut saja denganku." Ujar Ji Min kesal sambil menarik tangan Sekretaris Kim. "Dirut Kang saya pinjam sekretaris anda sebentar." Teriak Ji Min pada Daniel sambil menarik lengan Young Jin pergi menjauh. "Okee, lama pun tidak apa-apa Dr. Seo." Balas Daniel sedikit berteriak agar Ji Min mendengar nya. Young Jin yang mendengar perkataan Daniel langsung berbalik dan menatap kesal Bos dan juga sahabat nya itu. "Apakah saya barang Dr. Seo sampai anda perlu meminjam nya?" Tanya Young Jin tak terima. "Mengapa anda hanya diam Dr. Seo? Bukankah tadi anda bilang kalau anda tidak bisa duduk di samping orang asing, namun anda bisa makan dengan orang asing. Bukankah itu sedikit lucu Dr. Seo?" Tanya Young Jin kesal pada Ji Min yang hanya diam sambil menarik tangan menjauh dari Daniel dan Yuni. "Ahhh berhentilah berbicara Sekretaris Kim." Ujar Ji Min kesal mendengar pertanyaan Young Jin yang bertubi-tubi. "Apa? Setelah anda memaksa saya pergi bahkan saya tidak boleh berbicara Dr. Seo? Kalau begitu lebih baik saya kembali saja." Ujar Young Jin sambil melepaskan tangan nya dari cengkeraman Ji Min dan berbalik pergi. Ji Min pun segera membentang kan tangan nya untuk menghalangi Young Jin pergi. "Aku hanya ingin memberi mereka waktu berdua. Bukankah kamu yang tidak mengerti kode dariku Sekretaris Kim? Dan juga jika kita telah makan bersama berarti kita sudah bukan orang asing lagi. Apakah kamu tidak ingin berteman dengan ku? Mungkin saja kita akan sering bertemu karena atasan mu dan sahabat ku" Jawab Ji Min sambil tersenyum dan menarik lengan Young Jin pergi ke kedai makan yang tak jauh dari mereka. Young Jin yang melihat senyum menawan Ji Min pun terpanah dan memutuskan untuk mengikuti Ji Min tanpa memberontak lagi. Sementara itu Yuni dan Daniel sedang berjalan sambil menikmati angin yang berhembus. "Apa kamu ingat saat kita bertemu untuk pertama kalinya disini Yun?" Tanya Daniel "Tentu saja, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya." Jawab Yuni sambil tersenyum pada Daniel FLASHBACK ON 3 TAHUN LALU Yah, Daniel dan Tae Sung datang dalam hidup Yuni saat Yuni mengalami masa terburuk kedua dalam hidupnya. Masa terburuk dalam hidupnya yang pertama adalah saat Ayahnya tiba-tiba bunuh diri karena sebab yang tidak diketahui yang tak lama disusul Kakak perempuannya yang melakukan bunuh diri. Secara otomatis Yuni menjadi tulang punggung keluarga yang harus melunasi hutang ayahnya yang tidak diketahui Ibu atau dirinya yang tiba-tiba muncul dengan jumlah yang sangat besar bagi Yuni. Tidak hanya harus menjadi kepala keluarga , namun Yuni harus melakukan semuanya sendiri karena ibunya yang tiba-tiba jatuh sakit setelah kepergian ayah dan kakaknya. Yuni harus melunasi hutang yang sangat besar, membayar biaya RS Ibunya, membayar biaya sekolah nya dan berusaha keras menyelesaikan kuliahnya di fakultas kedokteran lalu pergi ke negeri Ginseng untuk bekerja disana. Pada awalnya, bukanlah keinginan Yuni untuk bekerja di Korea dan meninggalkan ibunya bersama sepupunya di Indonesia. Namun karena masih memiliki banyak hutang dan kewajiban yang harus dipenuhi Yuni. Mau tidak mau, Yuni pun pergi kesana dengan harapan dapat cepat menyelesaikan hutangnya dan kembali ke sisi ibunda tercintanya.  Setelah melalui banyak tes dan wawancara untuk bekerja di RS Korea akhirnya Yuni pun berhasil lulus dan terpilih sebagai satu-satunya dokter yang bekerja di RS Kang Han, salah satu dari RS terbaik di Korea Selatan. Pergi ke Negeri Ginseng yang asing untuk Yuni bukanlah hal yang mudah. Harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru benar-benar bukan hal yang mudah untuk Yuni. Seorang diri di negeri asing dengan semua hal yang terasa asing membuat Yuni selalu menangis setiap malam setelah selesai Video Call dengan ibu tersayangnya. Yuni yang terkadang dipandang rendah dan remeh karena bukan orang Korea melainkan orang asing dari negara yang kebanyakan tidak dikenal oleh mereka membuat Yuni selalu merasa tertekan ketika bekerja. Saat sedang sedih atau terluka, Yuni hanya bisa menahan dan menyembunyikannya karena tidak ada seorangpun yang bisa Yuni jadikan sandaran untuk menumpahkan segala kesedihan atau keluh kesahnya. Namun dengan memikirkan ibunya dan sepupunya di Indonesia, Yuni berusaha untuk sabar dan terus bersabar sampai kesabaran itu pun habis. Yuni merasa lelah terus berjuang keras tanpa henti beberapa tahun terakhir hingga Yuni lupa untuk beristirahat. Tubuh dan pikiran Yuni sudah benar-benar lelah dengan semua yang terjadi hingga akhirnya Yuni pun memutuskan untuk menyerah.  "Bagaimana bisa kamu lulus ujian kedokteran? Apakah di negaramu kalian hanya ujian perkalian saja untuk menjadi dokter? APAKAH KAMU MEMAKAI OTAKMU? Bukan, bukan. APAKAH SETIDAKNYA KAMU PUNYA OTAK? BAGAIMANA BISA ORANG BODOH SEPERTIMU MENJADI DOKTER? APAKAH KAMU MENGANDALKAN WAJAHMU UNTUK MENJADI DOKTER? BAGAIMANA KAMU AKAN BERTANGGUNG JAWAB SEKARANG??? APA KAMU BEKERJA DI NEGERI ORANG HANYA UNTUK MEMPERMALUKAN NEGARA DAN ORANG TUA MU? SETIDAKNYA BEKERJALAH DENGAN BENAR DAN JANGAN MEMPERMALUKAN KELUARGAMU BODOHHH. JIKA TERJADI HAL YANG SALAH, BERSIAPLAH  UNTUK MENANGGUNG AKIBATNYA. PERGILAH KE PENJARA WANITA BODOH. ." Ucapan Kepala Departemen Bedah Woo Doo Min pada Yuni beberapa jam lalu tidak bisa hilang dari ingatan Yuni. Kepala Departemen Bedah Woo yang memaki Yuni di depan Dr. Kim Tae Ri, keponakannya sekaligus Putri Chairman Kim Jae Hwang Dr. Kim Tae Ri yang melakukan kesalahan dengan salah memberikan obat pada pasien yang membuat pasien dalam keadaan kritis, mengadu pada Kepala Departemen Bedah Woo, yang merupakan pamannya. Meskipun Yuni sudah membantahnya karena Yuni memang tidak melakukannya namun apa daya Yuni hanya dokter asing biasa yang baru bekerja di RS beberapa bulan lalu. Kepala Woo pun membela Dr. Kim dan menyalahkan Yuni untuk perbuatan yang tidak Yuni lakukan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN