EPISODE SEBELAS

1713 Kata
Yuni hanya terdiam membeku melihat senyum menawan Daniel yang sudah lama tidak dilihatnya. Senyum menawan khas Daniel yang menunjukkan gigi putihnya yang rapi dengan satu lesung pipi nya. Senyuman Daniel yang selalu menjadi candu Yuni sejak pertama kali melihatnya 3 tahun lalu.  Senyuman Daniel yang selalu bisa mengembalikan semangat Yuni dan menghilangkan kesedihan Yuni. "Apa kamu bahkan gak mau ngebalas salamku Yun?." Ujar Daniel tersenyum lembut yang sudah berdiri di depan Yuni sambil menyodorkan bunga mawar indah di tangannya. "Pagi juga Niel." Ujar Yuni datar namun tidak mengambil bunga mawar pemberian Daniel malah berjalan melewati Daniel menuju pintu ruangannya untuk membukanya. Yuni bersikap cuek dan datar pada Daniel untuk menyembunyikan perasaan berdebar tak karuan didadanya melihat Daniel yang dicintainya dengan bunga mawar kesukaan Yuni ditangannya.  Sebelum masuk Yuni menolehkan pandangannya kearah Daniel yang terlihat sedih serta kecewa karena Yuni tidak mengambil bunga pemberiannya dan respon cuek Yuni saat melihatnya. Namun Daniel tidak tahu kebenarannya bahwa hati Yuni saat ini sedang berbunga-bunga dan sangat bahagia melihat Daniel dan senyuman menawan khasnya. "Masuklah Niel. Aku tau ada yang ingin kamu bicarakan. Aku juga ingin berbicara sesuatu padamu." Ujar Yuni tersenyum hangat sebelum masuk keruangannya.  Daniel pun merasa bahagia hanya dengan melihat senyum Yuni tadi dan langsung melupakan kesedihan dan kekecewaanya dengan respon Yuni barusan.  Daniel memasuki ruangan Yuni dengan senyum menawan khas Daniel yang tak luntur bahkan setelah Daniel memasuki ruangan Yuni.  "Duduklah dulu Niel. Apa kamu ingin Kopi Niel?" Ujar Yuni sambil melepaskan jaketnya dan menaruhnya di gantungan. "Gak usah Yun, tadi aku baru aja minum Kopi di ruangan Direktur Son." Balas Daniel sambil duduk di sofa panjang ruangan Yuni.  Yuni pun berjalan mendekati Daniel lalu duduk di samping Daniel. Daniel pun langsung menyerahkan kembali bunga mawar di tangannya yang tidak diterima Yuni tadi dengan senyum tulusnya dan berharap agar Yuni menerimanya. Melihat ekspresi Daniel, Yuni pun menerima bunga mawar indah tersebut dengan senyuman hangatnya. "Terima kasih Niel, tapi untuk apa bunga mawar ini Niel?" Ujar Yuni sambil mencium bunga mawar Indah di tangannya. "Untuk meminta maaf atas kesalahanku di Pantai Eurwangni Yun." Jawab Daniel sambil menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan ekspresi sedihnya. "Kesalahan Niel? Apa menurutmu melamarku hari itu adalah kesalahan untukmu Niel?" Ujar Yuni yang tak mampu menutupi ekspresi sedih dan kecewanya mendengar ucapan Daniel tadi. Meskipun Yuni sudah menolak Daniel dan mungkin saja Daniel mengatakan malam itu adalah kesalahan untuk melindungi harga diri Daniel namun mendengar langsung perkataan Daniel kalau malam itu adalah kesalahannya membuat Yuni tak mampu menahan rasa sedih di hatinya. Tak bisa Yuni pungkiri kalau malam itu termasuk salah satu masa terindah dalam hidup Yuni meskipun diakhiri dengan kesedihan dan ketidak jujuran Yuni yang mengatakan sudah tidak mencintai Daniel lagi.  Namun Yuni masih mengingat kejadian malam itu, senyum bahagia Yuni saat melihat Daniel lagi setelah sekian lama. Jantung Yuni yang kembali berdetak kencang saat melihat senyum tulus Daniel. Hati Yuni yang kembali bergejolak merasakan pelukan hangat Daniel. Dan perasaan berdebar-debar tak karuan di d**a Yuni saat Daniel berlutut dan menunjukkan Blue Diamond Ring pada Yuni. "Bukan itu maksudku Yun. Melamarmu bukan kesalahan untukku melainkan keputusan yang paling tepat yang pernah kubuat meskipun kamu tidak menerimaku Yun." Ujar Daniel menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan ekspresi sedihnya mengingat ucapan Yuni malam itu di Pantai Eurwangni. "Kesalahan yang kumaksud adalah keegoisanku karena melamarmu hari itu tanpa mencari tau bagaimana perasaanmu.  Aku terlalu merasa percaya diri kalau kamu masih mencintaiku dalam diammu Yun dan aku dengan bodohnya langsung melamarmu tanpa mencari tau bagaimana perasaanmu saat ini. Setelah kupikir-pikir beberapa hari ini, aku pun menyadari semua yang kamu katakan itu benar Yun. Hanya orang bodoh yang menunggu seseorang yang pergi dengan kekasihnya dan tidak tau kapan akan kembali. Satu setengah tahun bukan waktu yang sebentar Yun. Banyak hal bisa terjadi selama waktu itu. Maaf jika ada perkataanku yang menyinggung perasaanmu malam itu Yun.  Namun keputusanku tidak berubah Yun." Ucap Daniel panjang lebar sambil mengeluarkan sesuatu disaku jasnya. "Aku ingin kamu menikah denganku Yun. Memang kuakui awalnya aku melamarmu agar aku bisa menepati janjiku pada mama dan mama bisa segera dioperasi. Namun sekarang, aku melamarmu karena keinginanku kalau aku ingin menghabiskan hidupku bersamamu Yun." Lanjut Daniel sambil menyodorkan kotak merah berisi Blue Diamonds Ring. "Niel, aku tidak bisa menerimanya Niel. Aku..... sedang menjaga hati seseorang Niel. Aku tidak bisa menyakitinya." Ujar Yuni sambil mendorong kotak merah yang disodorkan Daniel padanya.  "Aku tau Yun kamu sedang menjaga hatinya. Hati pria yang selalu ada disampingmu dan selalu mencintaimu disaat aku pergi, Noona sudah menceritakan semua padaku. Namun cinta bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh seorang saja Yun. Karena cinta yang sejati itu berasal dari dua arah. Tak hanya sepihak saja. Kalau hanya sepihak, ke depannya nanti mungkin akan saling menyakiti Yun. Mungkin dulu tanpa kusadari, aku sering melakukan hal yang membuatmu tersakiti dan merasa perih. Namun karena sudah menyadarinya sekarang, aku akan berusaha untuk tidak melakukannya lagi Yun." Ucap Daniel pada Yuni yang saat ini terlihat menahan air matanya agar tidak menetes. "Tapi ketidak tahuanmu bukan berarti bisa menghilangkan rasa sakit dan perihku selama ini Niel. Menurutku sudah terlalu terlambat bagi kita untuk bersama Niel. Aku tidak bisa menyakiti Kento setelah semua yang sudah dilakukannya untukku Niel. Namun perasaanku... Aku.... Aku juga tidak tau bagaimana perasaanku sesungguhnya Niel." Ujar Yuni menundukkan wajahnya untuk menghapus air matanya yang menetes dipipinya.  "Iyaa Yun. Aku tau itu tidak bisa menghilangkan rasa sakit dan perih yang kamu rasakan selama ini karenaku. Seandainya saja saat itu salah satu dari kita menuruti kata hati kita dengan jujur akan perasaan kita yang sesungguhnya, mungkin semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Maafkan aku karena tidak menyadari perasaanmu saat itu Yun." Ujar Daniel sambil menundukkan wajahnya penuh penyesalan.  Yah, Jika saja saat itu Daniel tidak berjanji pada Tae Sung dan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya pada Yuni. Mungkin saat ini Yuni dan Daniel sudah bisa bersama tanpa harus merasakan luka, perih, dan sakit yang teramat sakit itu.  Yuni pun terlihat memikirkan kembali perkataan Daniel tadi. Jika saat itu Yuni menghilangkan segala ketakutan di hati Yuni kalau Daniel mungkin saja menjauh darinya, merasa tidak nyaman dengannya atau bahkan pergi jauh dari hidupnya saat Yuni mengutarakan semua perasaan yang dipendam Yuni selama ini. Apa mungkin hubungan mereka akan berubah sekarang?.  Terkadang Yuni juga menyesali sikap pengecutnya yang tidak berani mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya. Namun memikirkan ketakutan akan kehilangan sosok Daniel di hidupnya membuat Yuni merasa mengagumi Daniel secara diam-diam saja sudah membuat Yuni bahagia. Saat itu Yuni tidak tau bahkan jika Yuni tidak mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya, mungkin saja Daniel tetap akan pergi dari hidupnya. Jika saat itu Yuni tau bahwa Daniel akan pergi dari hidupnya untuk pergi bersama wanita lain maka Yuni lebih baik mengutarakan saja apa yang selama ini dipendamnya.   Yuni hanya bisa terdiam menahan sakit di hatinya. Hati Yuni terasa sakit saat memikirkan bodohnya Yuni dulu dan saat melihat kesedihan dan penyesalan di wajah Daniel saat ini.  "Aku tidak tau bagaimana perasaanmu saat ini.  Apakah kamu sudah mencintainya yang selalu ada saat kamu membutuhkannya atau kamu masih mencintaiku dalam diammu namun tidak berani mengatakannya karena takut akan kembali terluka. Yang jelas, bagaimana pun perasaanmu sekarang, aku akan tetap berjuang Yun. Berjuang keras untuk menjadi orang yang pantas kamu pilih dan berada disampingmu.  Aku tidak tau sampai kapan perjuangan ini akan terjadi dan bagaimana akhirnya nanti, namun aku akan terus berjuang sampai dengan yakin kamu memilih pasangan hidupmu. Jika kamu memakai cincin ini berarti kamu memilihku maka aku akan menjadi pria paling bahagia di dunia ini namun jika nanti pilihanmu bukan aku, maka aku akan menerimanya dan mengharapkan yang terbaik untukmu sebagai sahabatmu. Karena aku sudah berjuang semampuku untuk mendapatkan kembali cintamu namun jika tidak berakhir bersamaku maka aku akan melepaskanmu untuk bahagia bersama pilihanmu Yun. Jadi tolong jangan membuat keputusan terburu-buru yang akan membuatmu menyesalinya nanti dan jangan mencoba untuk menghentikanku dalam berjuang Yun." Ujar Daniel panjang lebar sambil memberikan kotak merahnya pada Yuni. "Mungkin dalam perjuangan itu, kamu akan merasakan kecewa, luka dan perih yang teramat sangat sakit Niel. Aku tidak ingin kamu merasakan itu." Ujar Yuni lembut pada Daniel karena tidak ingin Daniel merasakan sakit yang dirasakan Yuni dulu. Tanpa Yuni tau kalau Daniel sudah lebih dahulu merasakannya saat memutuskan untuk memendam perasaannya pada Yuni dulu.  "Jika aku tidak berjuang untukmu saat ini maka mungkin penyesalanku di kemudian hari akan terasa lebih sakit daripada perasaanku saat memperjuangkanmu saat ini Yun. Jadi jangan hentikan aku berjuang dan jangan canggung didepanku, jadilah seperti Yuni yang kukenal selama ini." Ucap Daniel penuh ketulusan sambil menggenggam tangan Yuni. "Niel aku...." Ucapan Yuni terpotong saat Daniel kembali berbicara.  "Aku tidak menagih jawabanmu sekarang Yun, aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku baru mulai berjuang jadi lihatlah juga aku dan perjuanganku Yun. Aku akan menerima apapun keputusanmu setelah aku berjuang Yun." Ucap Daniel tersenyum lembut sambil menyerahkan kotak merahnya. "Baiklah Niel kalau itu yang kamu mau. Aku juga ingin mengatakan kalau keputusanku tidak akan berubah Niel." Ucap Yuni berpura-pura kuat dan tegas sambil menerima kotak merah itu.  "Jika keputusanmu tidak berubah setelah aku berjuang maka aku akan menerimanya dan mendukungmu bersamanya Yun." Ucap Daniel sendu sambil menundukkan wajahnya. Jika pada akhirnya nanti Yuni masih tetap lebih memilih Kento daripada Daniel maka Daniel akan menerima keputusan Yuni walaupun mungkin saat itu Daniel akan merasakan sakit yang teramat sakit itu lagi.  Saat ini Daniel hanya ingin berjuang keras dengan harapan mungkin Yuni akan mengubah keputusannya dan memilih Daniel yang sangat mencintai Yuni, meski Yuni tidak tau hal itu.  "Kalau gitu aku pergi dulu ya Yun, masih ada hal yang harus kuurus. Jangan lupa makan siangmu dan jangan terlalu lelah bekerja. Beristirahatlah saat lelah Yun." Ucap Daniel penuh perhatian dan kehangatan pada Yuni sebelum Daniel meninggalkan ruangan Yuni.  Yuni hanya bisa menatap punggung tegap Daniel dengan air mata menetes dipipinya. Perasaan Yuni saat ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasa bahagia, sedih, dan takut bercampur dalam benak Yuni. Yuni tidak bisa menyangkal perkataan Daniel kalau cinta dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai dan tidak bisa dilakukan oleh seorang saja karena mungkin nantinya akan saling menyakiti. Yuni tau rasa cinta Kento yang begitu besar padanya, Yuni juga sudah melakukan yang terbaik untuk membalas cinta Kento namun Yuni tidak berhasil. Lalu sekarang Daniel, sang cinta pertama, sahabat dekatnya dan pria yang dicintainya dalam diam selama 3 tahun terakhir, datang kembali padanya dan memberitahunya bahwa Daniel akan berjuang untuk mendapatkan cinta Yuni. Yuni tidak tahu harus bagaimana saat ini. Yuni pun memutuskan untuk mengecek beberapa pasiennya sebelum melakukan pengobatan pasien rawat jalan lalu memasuki ruang operasi. Apakah Yuni akan tetap dengan keputusannya bersama Kento, pria yang sangat mencintainya atau mengubah keputusannya dengan memilih Daniel, pria yang sangat dicintai Yuni setelah melihat perjuangan Daniel?  Yah, bagaimana pun keputusan Yuni nanti. Semoga itu yang terbaik buat Yuni dan Yuni tidak akan menyesali keputusannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN