Bab 89 Acara Kecil Yana

1332 Kata

Karena cemas bahwa perawat Hani mungkin merasa sedih akibat perbuatannya kemarin, Yana memutuskan untuk mendatangi kamar perawat itu secara langsung. "Hani, apa kamu sudah bangun?" teriaknya lembut sambil mengetuk pintu. "Sebaiknya saya saja yang menunggunya keluar. Kenapa Anda harus repot-repot ke sini?" tanya Bibi Jelita penasaran. "Sikapku kemarin sangat buruk. Aku juga sangat emosional. Aku pikir sudah seharusnya aku memperlakukannya lebih baik lagi," jawab Yana dengan nada menyesal. Bibi Jelita hanya tersenyum paksa. "Apapun itu, selama Nona Yana merasa lebih baik, itu sudah cukup." Tidak berapa lama kemudian, pintu kamar akhirnya terbuka. Hani muncul dengan senyum canggung di wajahnya. "Anda sudah bangun, ya, Nona Yana? Maaf, saya baru saja melakukan panggilan dengan keluarga s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN