Firza akhirnya memutuskan untuk menunggu di dalam mobil sambil mengintai rumah Raka. Siapa tahu pria pergi untuk menemui istrinya. Setelah beberapa jam menunggu, Ternyata Raka sama sekali tidak keluar dari rumah. Akhirnya Firza pun pulang. Tidak ada cara lain. Ia harus bicara dengan pria itu. Tapi masalahnya, Raka tidak mau bertemu. "Gimana ya caranya, biar Raka mau bicara sama aku?" gumam Firza sambil berjalan bulak-balik di dalam kamarnya. Pria itu duduk di tepi tempat tidur seraya berpikir. "Apa aki besok tunggu dia aja ya di depan rumah, sebelum Raka berangkat kerja?!" gumamnya lagi. Saat sedang sibuk berpikir, tiba-tiba ponsel milik Syalwa berdering. Ada panggilan dari nomor pribadi di sana. Dengan ragu, Firza menerima panggilan tersebut. "Halo," sapanya. "Abang?" Suara seseor

