Firza menjatuhkan diri di atas kursi kerja, sesaat setelah membuka laci nakas yang ada di depan ruangan, dan mengambil beberapa berkas yang ada di sana. Karena ia tidak suka ada orang lain yang menginjakkan kaki di ruangan pribadi, pria itu sengaja meletakkan sebuah nakas untuk menyimpan berkas jika ia sedang tidak berada di tempat. Firza pun sibuk dengan setumpuk kertas-kertas itu, sambil sesekali meraih ponsel pintar dan tersenyum ke arah layar benda berbentuk pipih tersebut, saat sang istri mengirimkan pesan. Pria beristri itu juga mengambil gambar tumpukan berkas yang harus ia periksa, lalu mengirimkannya pada sang istri, karena wanita itu terus bertanya kapan ia akan pulang. Firza pun terkekeh sendiri saat kembali mengingat sikap sang istri yang belakangan ini selalu bertingkah me

