"Em ... anu ...." Syalwa bingung harus mengatakan apa. Ia takut suaminya marah jika tahu ia datang untuk bertemu Inggit. Apalagi dengan cara memanfaatkan ponsel sang suami. "Anu apa, Ca?" tanya Firza dengan tidak sabar. Sempat terbersit di kepala pria itu, sang istri datang untuk menemui mantan kekasihnya. "Aw ...." Tiba-tiba gadis itu meringis seraya memegangi perut. "Kamu kenapa, Sayang?" tanya Firza dengan cemas. "Perut aku mulas, Abang. Aw ... aku ke kamar mandi dulu ya?!" pamitnya seraya dengan segera berlalu dari hadapan suaminya, tanpa menunggu jawaban pria itu. Syalwa bergegas masuk ke kamar mandi yang ada di dekat dapur. Sepertinya saat ia tadi makan bakso, terlalu banyak menambah sambal. Sebenarnya, sejak tadi sakit itu sudah terasa, tapi masih bisa ia tahan. "Sayang, kamu

