** Naetra mungkin memang sudah gila, ia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri saat ini. Kehilangan akal sehat dan harga dirinya demi ambisi tak berujung yang tak pernah terlintas dikepalanya sekalipun, semua hanya untuk memiliki Liandra dan membuat Kaisar membayar segala permainan atas hidupnya juga Liandra. Ah, mungkin memang hanya pada Naetra. Sepasang mata kelabu itu mengerjap sekali saat pintu dihadapannya terbuka, menatap gadis dengan rambut kusut dan tali gaun yang jatuh disisi lengannya. Tatapan penuh kerinduan itu menyambut Naetra hingga membuat kepalan dalam sakunya semakin menguat, menahan dirinya agar tidak menggila dan membawa gadis itu hanya untuk dirinya. "Aku merindukanmu." Gadis itu menahan nafasnya, bibirnya nyaris terbuka sebelum Naetra kembali bersuara. "Athar in

