Angin berhembus kencang, mengibaskan gaun dan selendang hitam yang seolah ikut melambaikan salam perpisahan yang begitu memilukan. Suara isak tangis terdengar samar, orang orang yang menyaksikan dari kejauhan bahkan ikut bersedih melihat proses pemakaman yang bahkan hanya dihadiri oleh hitungan jari. Ah, bukankah hal yang sama terjadi beberapa waktu yang lalu? Mereka bahkan berada ditempat yang sama. "Paman, aku akan mengantar kalian ke hotel." "Tapi-" "Ayo, Thalia" Romeo melemparkan tatapan penuh arti pada Thalia yang masih terisak lalu menatap orang tua Naetra yang jelas terlihat begitu terpukul atas kehilangan salah satu putra tersayang mereka. "Siapa?" Ayah Naetra yang sejak tadi terdiam akhirnya membuka suara, masih merangkul istrinya yang entah keberapa kalinya kehilangan kes
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


