“Assalamu’alaikum,” ucap Jihan, menatap sahabatnya itu tengah melamun di sofa. “Wa’alaikumssalam,” jawab dua karyawan Senja. “Bos kalian itu kenapa?” tanya Jihan pada dua karyawan Senja yang kini melayani pelanggan. “Kami tidak tahu, Bu,” jawab keduanya. Jihan lalu melangkah menghampiri Senja dan sengaja mengejutkan sahabatnya itu. “Ya Allah. Kamu mengejutkanku, Han,” kata Senja, mengelus dadanya. “Aku daritadi ngucapin salam tapi kamu nggak jawab, ada apa sih?” “Wa’alaikumssalam.” “Kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang menyangkut dikepalamu lagi?” tanya Jihan. “Nggak kok, aku hanya mengkhayal.” “Mengkhayal kapan nikah?” “Ish kamu. Mentang-mentang kamu udah nikah malah ngerecokin aku mulu,” kekeh Senja. “Nggak ngerecokin, Ja, aku hanya tanya. Kapan nih kamu punya pikiran untuk nika

