PS.26

1071 Kata

Hadi mengantarkan Naya kembali ke kost nya, sesekali ingatannya berubah, karena sosok Senja selalu ada di kepalanya, apa yang di lakukan Senja dengan Aslan dan bagaimana Aslan membuat Senja nyaman. Semua itu memenuhi kepalanya saat ini, meski Senja sudah mengatakan tak akan ada lagi kesempatan buatnya. "Makasih, ya, Di, kamu sudah mau mengantarku," kata Naya, melihat lamunan Hadi. "Di, kamu kenapa? Seharian ini aku lihat kamu seperti banyak pikiran, aku nggak enak aja." "Hem? Oh ... aku nggak apa-apa," jawab Hadi. "Apa kamu memikirkan Azel?" "Iya." "Atau … ibunya?" "Maksud kamu? Aku nggak paham," tanya Hadi, meski jelas terdengar ditelinganya. "Aku nggak bermaksud apa-apa, sih, Di, hanya saja Senja adalah mantan istrimu, sudah pasti dia masih ada di hatimu, aku yakin, kamu pasti me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN