SP~51

1114 Kata

“Gimana, Fik?” Clara mengetuk pintu kamar mandi di lantai satu, karena Fika tidak kunjung keluar dari dalam sana. Putrinya itu sedang mencoba dua buah tespek, yang dibeli Clara dalam perjalanan pulang ke kediaman Nugraha. Meskipun Fika sempat merengek dan menolak untuk melakukan tes kehamilan, tetapi Clara tetap harus memaksanya. Tidak berselang lama, Fika membuka pintu dengan perlahan. Ia mencebik, kemudian menghambur ke pelukan sang mama. “Aku hamiiil.” “Ya, sud—” “Padahal aku sudah KB, Ma.” Fika mencoba menangis, tetapi tidak ada air mata yang keluar setitik pun. Entah harus merasa sedih ataukah bahagia menghadapi kehamilan yang sebenarnya tidak direncanakan ini. “KB-nya nggak teratur, kan?” “Gara-gara mas Abi pasti ini.” Clara bengong sejenak untuk berpikir karena ucapan Fika. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN