SP~49

1256 Kata

“Mas Abiii.” Fika kembali memukul Abi dengan bantal yang tidak lepas dari tangan sedari tadi. Sementara suaminya, hanya sibuk menangkis dan tertawa atas rengekan Fika. “Aku jadi telat satu malam minum pil KB-nya, kan!” Bagaimana tidak telat, bila Abi membuat Fika sibuk hampir semalaman. Dan ketika kesibukan itu sudah selesai, tidak ada lagi tenaga yang bisa Fika gunakan kecuali tidur di pelukan Abi. Fika bahkan tidak sanggup membuka mata dan hanya bisa menunggu pagi sembari mengisi kembali semua tenaganya. “Nggak usah KB-KBan kenapa, sih, Mi?” “Mami, mami …” Fika kembali memukul Abi yang masih duduk di sofa dengan bantalnya. “Pasti Mas Abi yang nyembunyiin pil KBku, kan? Ayo ngaku.” “Nggak, Mi.” Abi semakin suka menggoda Fika bila seperti ini. “Papi nggak nyembunyiin pil KB Mami.” “Ih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN