"Berapa kali aku harus bilang ai,aku memang pernah melakukan pengkhiyanatan tetapi percaya lah penghiyanatan itu terjadi karena taruhan sialan itu" Rachel menarik nafas dalam sebelum menghembuskannya lagi "Aku bodoh ya? Karena telah mencintai seseorang dengan begitu dalam,dan TIDAK PERNAH BERHARAP PERASAANNYA AKAN TERBALAS!" Ailien yang mendengar penunuturan Rachel pun hanya bisa diam membatu,dia tidak menyangka bahwa seorang Rachel bisa marah dengan begitu ganasnya "Tidak,aku mencintai mu Rachel" ucap batin Ailien tetapi yang terjadi sebaliknya dia malah diam sambil sesekali menyeka air matanya "Kau tau kan aku sangat benci orang yang telah berkhiyanat? Tetapi ternyata orang yang ku cintai dan ku sayangi malah yang mengkhiyanati ku ai" ucap Rachel lagi dengan mata yang memerah "Rache

