Aku segera bangkit. lebih baik aku pulang dari pada di sini makin tak karuan. Saat hendak beranjak. Shinta datang membawakan tasku. "Kamu mau kemana?" tanya Shinta dan Dewi kompak. "Aku mau pulang. Istirahat di rumah mungkin lebih baik!" ujarku. "Oh, ya, tadi pangeran tampan kesini? kok tadi kita berpapasan?" Shinta pasti bertemu Azmi. "Azmi? oh ... ngga tahu, tadi memang aku lihat dia lewat aja. Mungkin dari mana gitu. Kan sama cewe kantin itu kan?" terpaksa aku berbohong. "Iya, kenapa sih cewe ABG itu nempel terus sama Azmi? atau jangan-jangan dia naksir ya? di lihat kok ngga enak banget!" cerocos Shinta membuat aku makin pusing. Aku memilih tak menjawab dan langsung beranjak. "Kamu ngga papa naik motor sendiri?" tanya Dewi kemudian yang melihat aku mulai mengeluarkan motor meticku

