-------****----- "Iiii lumah aya ni celam pun" Itulah komentar pertama sikecil saat sampai dikediaman sang ayah, Javi hanya terdiam namun tetap menatap lembut mahluk mungil yang ada digendongannya itu "Aya tak akutt dicini cendilian" ucapnya menganggukan kepalanya sembari menatap sang ayah penuh tanya "Anak ayah takut" bukan menjawab Javi malah kembali bertanya pada sang putra "Aji tak akut, api daq auk tindal dilumah celam, banyak antuuww" ucapnya memajukan bibir mungilnya "Hantu, emang Azy pernah lihat" "Beyom ayaa, ata taman-taman Aji ditu, talo lumah celam nahh manyak antuww" ucapnya menceritakan dari mana ia tau jika dirumah tampak seram pasti banyak hantunya "Ngak ada hantu kok, kalo ada bilang ayah" ucap Javi dan membuka pintu rumah besar tersebut, ia memang tinggal sendiria

