PART 27 Oliv pov "Kamu tengah melupakan kami sayang" itulah kata yang laki-laki itu ucapkan membuatku tak mampu berkata apapun, aku mencari kebohongan dimatanya, namun sayang aku tak menemukan apapun dimatanya kecuali sorot kesedihan dan kepedihan, seolah ia tengah terluka, airmata tampak menggenang dimata merahnya meski ia tidak menangis namun aku tau ia tengah menahan tangisnya. "Melupakan suami dan anak kita"lanjut menatap dalam mahluk mungil itu, kali ini entah mengapa ada sesuatu yang sangat sakit didalam sana yang membuat air mataku langsung jatuh kasar, anak yang hampir sebulan ini aku rawat, ternyata adalah anakku sendiri, anak yang selama ini sering membuatku menangis didalam diam karna kasian melihat keadaannya ternyata adalah anak yang pernah aku lahirkan, wajar saja selama i

