-----***----- Dalam ruangan gelap yang selama ini menjadi saksi kesakitan, kemarahan, kekecewaan dan juga kesepian panjangnya, disanalah kini laki-laki itu berdiri, tatapannya menyalang lurus seolah banyak hal yang kini ia lihat dalam kegelapan yang memeluknya. Pikirannya hanya tertuju pada kedua pusat hidupnya anak istrinya. Anak yang sangat dewasa dalam cara berpikir meski umurnya belum genap lima tahun, itu terbukti dari pikiran kecilnya yang memikirkan apakah kesedihan bundanya akibat tingkah nakalnya atau karna hal lain, bisa jadi melihat sang bunda sedih dihadapannya pikiran kecilnya berpikir ialah penyebab kesedihan wanita yang melahirkannya itu. Laki-laki itu senang jika kelak sang anak akan menjadi laki-laki dengan pemikiran dewasa tidak sepertinya, namun ia tak mau jika sang an

