Bab 104 | Keputusan Baru

2526 Kata

Dering telepon yang menampilkan nama Mama Rayya di layar ponselnya membuat wajah Ayuna langsung sumringah. Dia lalu membawa ponselnya sambil naik ke ranjang, lalu masuk ke selimut dan duduk sambil bersandar di kepala ranjang sebelum menggeser tombol ponselnya ke kanan untuk menerima panggilan tersebut. -Sayang … Mama mengganggu tidak?- Suara Mama Rayya yang ceria membuat Ayuna refleks tersenyum semakin lebar. -Tidak, dong, Mama! Mama apa kabar? Mama rindu Ayuna tidak? Ayuna rindu sekali!- Ayuna sengaja memanjakan nada suaranya, yang membuat Mama Rayya langsung tergelak di sana. -Rindu berat. Ingin peluk anak Mama.- Bibir Ayuna langsung mencebik ke bawah layaknya anak kecil yang ingin bermanja-manja dengan ibunya. -Ya sudah, minggu depan Ayuna ke Sukabumi, ya?- Nada suara A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN