Bab 89 | Tidak Berdaya

3412 Kata

Wanita itu mengusap kasar air matanya saat netranya menatap nanar pada panggung pelaminan nan megah di depannya. Oh, tidak ada yang lebih menyakitkan melihat bagaimana Ayuna berhasil menghancurkan hidupnya. Kembarannya itu bukan hanya menghancurkan hidupnya, namun dengan keji Ayuna bahkan menghancurkan keluarganya sendiri. Tarikan napasnya terasa sangat menyakitkan, hiruk pikuk para tamu undangan yang memberikan banyak sanjungan pada venue mewah juga sanjungan pada mempelai dengan sedikit menggosip membuat kepala Nisara semakin pening. Dia menatap nanar sekelilingnya dengan ingatan yang kembali terlempar pada hari di mana dia menerima undangan tersebut. Hari itu, dengan tangan yang gemetar memegang undangan pernikahan Ayuna, mamanya datang dan menanyakan keadaannya. “Sayang … k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN