Bab 30 | Berdarah Lagi

1708 Kata

Ayuna melirik arloji di tangan kirinya dan mendesah panjang, yakin jika dia tidak bisa tiba di kantor tepat waktu mengingat jalanan selalu padat dan ada potensi macet. “Ini semua gara-gara pria sialann itu! Ugh!” Ayuna mendecak lagi meski perutnya kini kenyang ditraktir makanan mahal. Namun tetap saja ada hal yang Ayuna korbankan. Dia tidak suka datang terlambat! Itu memalukan dan sama saja dia memberikan contoh yang tidak baik pada staf-stafnya. Ayuna melihat kiri dan kanan yang cukup padat, lampu pedestrian berubah hijau dan Ayuna menyebrang dengan santai. Hanya ada dirinya dan beberapa orang yang menyebrang saat itu. Saat Ayuna sudah hampir mencapai sisi seberang, dari arah kanan, ada sepeda motor yang tiba-tiba saja melaju kencang dan tanpa aba-aba langsung menyerempet tub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN