Bab 100 | Eksekusi Terakhir

2416 Kata

“Silahkan, Nyonya.” Sang sopir membukakan pintu untuk Ayuna dan mempersilahkannya turun begitu mereka tiba di tujuan. Pun dua bodyguard yang ikut mengawal Ayuna hari ini turun dari mobil yang berbeda dan mengangguk sopan. "Mari, Bu. Kami akan menjaga Ibu." Ayuna mengangguk dengan tarikan napas yang dalam. Untuk sesaat Ayuna memandangi rumah itu dengan tatapan yang menerawang jauh, menatap pada rumah yang menjadi saksi bisu semua luka-lukanya sejak kecil. Rumah yang perlahan berubah menjadi neraka kehidupan untuknya. Yang membuatnya tidak pernah merasakan arti 'rumah' yang sesungguhnya, yang membuatnya tidak pernah merasakan arti sebuah keluarga juga kehangatan di dalamnya. Rumah yang hanya membuat Ayuna menggigil, namun juga terbakar di waktu bersamaan sebab luka-lukanya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN