Bab 165 | Penuh Perjuangan

2109 Kata

Tangan Ayuna terulur untuk menyeka keringat di pelipisnya, telapak tangannya pun terasa berkeringat dan dingin. Dia baru saja keluar dari kamar mandi dan kini berjalan tertatih menuju ranjang sambil memegangi pinggangnya yang rasanya mau patah. “Mama mengantuk, Nak. Kita tidur lagi, ya, sambil menunggu Papa pulang? Lelah sekali Mama hari ini, Sayang, tidak tau kenapa.” Ayuna menceritakan perasaannya pada Baby Triplets seperti yang biasa dia lakukan selama ini. “Uhuk … Uhuk …” Ayuna terbatuk-batuk dengan kening yang mengernyit sakit. Tarikan napasnya kembali terasa berat dengan tenggorokan yang juga terasa kering. Sesungguhnya ini sudah sore, namun Ayuna benar-benar merasa lelah dan mengantuk, tadi siang dia sudah mencoba untuk tidur, namun benar-benar tidak bisa. Dia tidak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN