“Lepas, Mama!” Ayuna berteriak kalap sambil memberontak hebat. Tatapannya nyalang dengan napas yang memburu, pun tatapan mamanya juga tidak kalah berapi-api. “Dasar anak kurang ajarr! Kamu menghancurkan keluarga kamu sendiri! Dan masih bisa hidup nyaman tanpa rasa bersalah kamu, hah?! Kamu membuat Nisara terluka hebat dan membuat perusahaan di ambang kehancuran, dan tidak sekali pun kamu memohon pengampunan?! Dasar anak sialannn!” Rahang Ayuna langsung dicengkeram kuat, dan saat itu kepalanya kembali berdenyut hebat, namun sekuat tenaga wanita itu langsung mencakar lengan mamanya hingga cengkeraman itu terlepas. “Jangan sentuh! Ayuna tidak sudi disentuh oleh tangan Mama!” Ayuna kembali memekik dengan tatapan jijiknya pada Alena, yang membuat Alena langsung tersinggung tidak terima.

