Rahang pria itu mengetat sempurna dengan mata yang memerah dan tangan yang mengepal kuat. "Fvck!" Dia kembali meninju meja kerjanya hingga buku-buku jarinya ikut terluka. Dalam satu hari, semua kehancuran itu seolah menghantamnya bertubi-tubi. Bukti-bukti itu seolah menertawakan Arseno yang sudah dalam keadaan terpuruk karena perusahaannya. Perusahaannya yang semakin di ujung tanduk, dan kenyataan pahit jika selama ini kehidupannya ternyata sudah dipermainkan dan diatur sedemikian rupa hingga dia jatuh pada jebakan mereka. Oh, kini kepalanya sibuk mengenang bagaimana indahnya kisah percintaannya bersama sang pemilik hati. Rinai Ayuna. Wanita yang banyak mengukir tawa dalam hidupnya. Wanita yang selalu menjadi pelipur lara juga teman diskusi yang menyenangkan. Wanita yang

