Senyuman

1812 Kata

Ayu masih berbaring di tanah tak jauh dari reruntuhan gua. Tidak ada yang ke sana untuk menolongnya, walau tadinya ia berharap Bima datang, entah bagaimana caranya. Wanita itu mulai beranjak ketika dari jarak sedikit jauh ia melihat seekor ular melata. Bersusah payah ia berjalan dengan sisa tenaga yang ada. Dadaanya terasa sakit akibat hantaman arwah-arwah gadis yang beterbangan ke langit. Keringat di dahinya mengucur deras, ia tetap meninggalkan hutan meski harus tertatih, sesekali Ayu memetik dedaunan yang bisa dimakan. Namun, ia tak bisa menelan dengan baik, nyeri terasa begitu menusuk sampai ke tulang sumsum. Dari kejauhan, setelah hampir setengah hari melakukan perjalanan ia sampai di Desa Weling. Ayu turut tersenyum ketika melihat gelak tawa anak-anak yang bisa mengambil air di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN