Usai bersiap dalam semalam, seluruh pasukan Majapahit telah bersedia untuk pertempuran besar. Bima dan Mahaputra langsung yang memimpinnya. Pasukan dibagi menjadi dua, Bima menyerang secara terbuka sedangkan sang pangeran menyerang secara sembunyi-sembunyi langsung ke tenda lawan. Semua telah siap dengan senjatanya, tak terkecuali dengan Ayu. Malam sebelum peperangan ia telah berdoa terlebih dahulu pada dewinya agar jikalau ia pun mati, maka kematiannya tak terlalu menyakitkan. ‘Setidaknya jika aku mati sekarang, aku bisa langsung naik sebagai dayang dewi karena tak tersentuh sama sekali,’ gumam Ayu dalam hati. Sebelum berangkat, doa bersama digelar. Semua orang duduk di tanah tanpa memandang kedudukan dan kasta, termasuk dua orang sahabat yang akan memimpin peperangan. Air suci diperc

