Perlahan-lahan, Ayu melepaskan tautan bibirnya pada Bima. Terdengar beberapa kali panglima itu menarik napas panjang disertai wajahnya yang sudah tak pucat lagi. Gegas Ayu melepaskan pelukannya, lalu memakai pakaian dengan cepat, khawatir lelaki itu sadar dan mengenali dirinya. Kain panjang yang tadinya menyelimuti tubuh Bima ia pakai lagi untuk dililitkan di dadaanya, setelahnya dengan sedikit rasa canggung dan malu, ia memasang pakaian panglima itu yang telah setengah kering. Bima belum juga membuka matanya, walau demamnya sudah agak turun. Luka demi luka di tubuh lelaki itu diobati Ayu dengan telaten. Ia tak memikirkan lagi kekejaman Bima dulu padanya, bagi Ayu panglimanya sebisa mungkin harus sembuh. Sore menjelang, Ayu menangkap ikan dengan kayu yang telah ia runcingkan. Setelah

